Aku bosan. Bosan
hanya ditemani diriku sendiri.
Membosankan bukan, ketika
tidak ada seorang pun yang bersedia meluangkan waktunya untukmu? Tidak ada
suara, kegaduhan, tawa yang begitu hangat, hati yang begitu nyaman.
Aku bosan. Bosan
hanya ditemani diriku sendiri.
Kemana mereka yang
menyebut dirinya sebagai ‘Teman’ atau ‘Sahabat’? Kemana mereka yang menjanjikan
sebuah kehadiran disaat apapun? Kemana mereka yang ‘katanya’ selalu ada saat kau membutuhkannya?
Aku bosan. Bosan
hanya ditemani diriku sendiri.
Kemana keramaian itu?
Kemana ke gaduhan itu? Kemana mereka yang (dulu) pernah menyapa? Kemana!?
Seorang diri adalah hal yang paling menakutkan di muka bumi ini.
Aku bosan. Bosan
hanya ditemani diriku sendiri.
Kau merindukan
mereka. Mereka yang (dulu) selalu menyapamu. Mereka yang (dulu) selalu ada
disampingmu. Mereka yang (dulu) memberi begitu banyak warna di hidupmu. Mereka
yang (dulu) selalu bersedia mendengar saat kau berkeluh kesah tentang kejamnya
perlakuan dunia pada jiwa-jiwa yang lemah atau sekedar bercerita tentang
indahnya sebuah subuh.
Aku bosan. Bosan
hanya ditemani diriku sendiri.
Kemana mereka? Mereka
yang membuat deburan ombak kerinduaan menghantam hatimu. Kau rindu mereka, yang
menghilang begitu saja setelah semua usai. Setelah putih abu-abu kebanggaanmu
kau tanggalkan.
Aku bosan. Bosan
hanya ditemani diriku sendiri.
Kemana mereka? Mereka
yang (dulu) pernah kau bagikan sedikit kebahagianmu dan kesedihanmu. Mereka
yang (dulu) pernah kau bagikan sedikit rasa kasih sayangmu. Mereka yang (dulu)
pernah kau bagikan sedikit kelebihanmu untuk menutupi kekurangan mereka agar
menjadi lengkap.
Aku bosan. Bosan
hanya ditemani diriku sendiri.
Kemana mereka? Sedang
tertawa dengan dunia? Ah… Sudah ku duga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar